Saturday, July 25, 2015

Tulang Dipasangi Pen, Kapan Bisa Kembali Melakukan Aktivitas Normal?

Selamat sore Dok, saya mengalami kecelakaan dari 15 Februari 2015, saya mengalami patah tulang dan dipasang pen tanggal 17 Februari 2015, kegiatan apa saja yang harus saya lakukan dan hindari? Kapan saya bisa mengendarai motor? Dan kapan saya bisa olahraga futsal karena itu hobi saya? Kapan juga pen ini dilepas? Terimakasih Dok.

Arya (Pria, 16 tahun)
aryabaguXXXXXX@gmail.com
Tinggi 165 cm, berat 55 kg

Jawaban

Halo Arya,

Sayang sekali Anda tidak menjelaskan tulang mana yang patah, karena lamanya penyembuhan bergantung juga pada lokasinya. Begitu pula dengan pertanyaan Anda mengenai kapan mulai bisa mengendarai motor dan bermain futsal, tentunya tergantung tulang dan sendi mana yang terpengaruh.

Namun secara praktis ada sistem prediksi yang bisa digunakan untuk memperkirakan lamanya penyembuhan patah tulang, yaitu sebagai berikut :
- Patah tulang di anggota gerak atas (lengan/tangan) memerlukan waktu 6-8 minggu, sedangkan anggota gerak bawah (misalnya paha, tulang kering, kaki) memerlukan waktu 2 kali lebih lama. Patah tulang paha (femur) bisa sampai 25% lebih lama lagi.
- Selain lokasi tulang, pola patah tulang juga menentukan lamanya penyembuhan. Patah tulang yang melintang (transverse) akan lebih lama sembuh bila dibandingkan dengan patah yang berbentuk miring atau spiral.
- Masih banyak faktor lain yang mempengaruhi lamanya penyembuhan.

Anak-anak akan mengalami penyembuhan yang lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Nutrisi dan aliran darah juga memegang peranan penting, seorang perokok akan memerlukan waktu yang lebih lama untuk sembuh, bahkan mempunyai risiko untuk tidak menyambung.

Mengingat banyaknya faktor yang berkaitan, sebaiknya Anda memeriksakan diri secara rutin, untuk mengetahui apakah tulang yang patah tersebut sudah menyambung atau belum, baik dengan pemeriksaan fisik maupun dengan x-ray/rontgen. Nanti akan diketahui pula apakah pen tersebut sudah bisa dilepas atau belum

Pada prinsipnya aktivitas fisik dapat dimulai sejak tanda-tanda penyambungan mulai terlihat, yang dilakukan secara bertahap sesuai dengan anjuran dokter.

Dr. Andri Primadhi, SpOT

Wednesday, July 8, 2015

Diet dan Sesak Napas, Adakah Hubungannya?

Dok, saya mau konsultasi. Soal kesehatan istri saya. Kenapa ya istri saya begitu terengah-engah ketika bernapas? Seperti sesak napas. Sebelumnya baik-baik saja. Apa ada hubungannya dengan diet yang sedang dijalani? Karena sebelumnya tidak begitu. Terimakasih.

Nurodin (Pria, 27 tahun)
nurXXXXXXX@gmail.com
Tinggi 166 cm, berat 55 kg

Jawaban

Setelah mencermati pertanyaan Bapak Nurodin di atas, kami menemukan intisarinya, yaitu: hubungan diet dengan sesak napas.

Amatlah disayangkan bahwa Bapak Nurodin belum menyebutkan secara jelas, terperinci, dan mendetail berkenaan istri Anda, antara lain tentang:
1. gangguan atau penyakit apakah yang sedang diderita
2. program diet apakah yang sedang dijalankan
3. sudah berapa lama diet ini dijalankan
4. sudah berapa lama keluhan sesak napas itu berlangsung
5. adakah keluhan lain yang juga dirasakan
6. apa profesi dan kesibukan istri saat ini
7. adakah obat atau vitamin lain yang juga dikonsumsi

Boleh jadi itu adalah mekanisme adaptasi tubuh terhadap diet yang sedang dijalankan. Kemungkinan lain adalah interaksi antara diet dengan mekanisme imunologi dan fisiologi tubuh.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Marinari S, dkk (2013), menyimpulkan bahwa integrasi suplementasi diet (nutraceutical) harian dengan kreatin 340 mg dan 320 mg Coenzyme Q selama dua bulan, pada penderita penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK) yang disertai gagal napas kronis, dapat mengurangi sesak napas serta meningkatkan kualitas hidup penderita.

Sementara riset yang dilakukan oleh Brita SA, dkk (2000), menunjukkan kepada kita bahwa program pengurangan berat badan (termasuk diet sangat rendah energi) selama delapan minggu, pada penderita obesitas (BMI 30-42) yang disertai asma, mampu mereduksi (mengurangi) sesak napas, meningkatkan fungsi paru-paru dan status kesehatan penderita.

Demikian penjelasan ini, semoga bermanfaat.

Salam sehat dan sukses selalu.

dr. Dito Anurogo

Thursday, July 2, 2015

Punya Struktur Tulang yang Besar, Apakah Bisa Memiliki Tubuh Ideal?

Saya mempunyai struktur tulang yang besar, apakah saya dapat memliki tubuh yang ideal dengan cepat? Karena saya telah mencoba berbagai macam diet, tapi susah sekali untuk turun. Apa solusi untuk saya?

Yova Krisfil (Wanita, 20 tahun)
yovafilioXXXXXXX@gmail.com
Tinggi 165 cm, berat 80 kg

Jawaban

Halo Yova,

Yang ingin saya tekankan disini adalah: tubuh 'ideal' itu tidak ada ukurannya, berbeda bagi tiap orang, tidak bisa mengukur berapa sehatnya kita dan yang terpenting jangan dijadikan sebagai tolak ukur kebahagiaan kita. Karena yang namanya 'ideal'/'sempurna' itu tidak ada di kaki langit ini. Justru semakin kita stres atau memikirkan bentuk/berat badan tubuh, akan semakin tidak puas dan semakin sulit untuk berubah ke arah positif (turun BB/menjadi langsing) karena di pikiran kita hanya ada pikiran negatif.

Saran saya adalah mengikuti cara HAES atau Health At Every Size. Jadi yang difokuskan adalah menjadi sehat bagaimanapun bentuk tubuh Anda. Merasa puas dengan diri sendiri, dengan achievement-achievement Anda, teman-teman dan hidup Anda secara general akan membangkitkan positive thinking.

Jika sudah positif terhadap diri Anda, tubuh akan secara otomatis bergeser ke posisi dimana dia merasa paling sehat dan seimbang. Kita sebagai manusia sebenarnya ada neraca sehat dari tubuh kita sendiri tapi sering kita pusingkan dengan hal-hal galau dari luar jadi neraca ini terlupakan, karatan. Kembali focus pada kebahagiaan dan kepuasan diri maka ini akan jalan kembali. Hal ini memang aneh tapi sudah saya buktikan sendiri.

Leona Victoria Djajadi MND

Tuesday, June 23, 2015

Ketombe Merambat ke Wajah dan Meninggalkan Bercak Putih, Apa Sebabnya?

Dok, suami saya sekarang umurnya 37 tahun, punya penyakit kulit yang berawal dari ketombe di kulit kepala dengan lempengan ketombenya besar-besar seperti jaringan luka yang sudah kering.

Sekarang sudah merambat sampai wajah, bentuknya seperti panu meninggalkan bercak-bercak putih, sudah berulang kali ke dokter kulit tapi tidak sembuh-sembuh juga Dok. Kira-kira apa penyebabnya dan salep atau obat apa yang cocok? Terimakasih.

Steffany Jesicca (Wanita menikah, 33 tahun)
jesicca_maxXXXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 154 cm, berat badan 58 kg

Jawaban

Salam Steffany,

Dari cerita Anda, kemungkinan suami Anda menderita psoriasis kulit kepala. Psoriasis merupakan kelainan kulit yang dapat berlangsung dalam jangka waktu lama dan mudah kambuh, dengan ciri bercak merah yang ditutupi sisik putih atau keperakan yang kering, kasar, dan tebal. Psoriasis bersifat familial, namun tidak menular. Seseorang dengan psoriasis memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk memiliki keturunan yang juga menderita psoriasis.

Penyebab psoriasis belum diketahui secara pasti, diduga diakibatkan abnormalitas fungsi sel darah putih (sel T), yang mencetuskan terjadinya peradangan dan respons imun. Pergantian kulit normal yang pada umumnya terjadi setiap 28 hari, terjadi lebih cepat menjadi 3-4 hari sekali, sehingga timbullah gejala seperti yang disebutkan di atas.

Psoriasis kulit kepala dan ketombe terkadang sulit dibedakan. Keduanya menimbulkan rasa gatal dan bersisik di kulit kepala. Namun pada psoriasis, sisik tersebut lebih tebal, berlapis, dan kering. Psoriasis kulit kepala sering melibatkan perbatasan rambut dengan dahi, dan meluas ke kulit wajah. Selain itu penderita psoriasis kulit kepala dapat memiliki lesi di area lain pada tubuhnya, seperti siku, lutut, punggung bagian bawah, genitalia, telapak tangan dan kaki, serta kuku (kuku berlubang-lubang sangat kecil, yang disebut dengan pitting nail).

Faktor pencetus yang dapat menyebabkan kekambuhan dan memperparah psoriasis adalah stres, alkohol, infeksi, kegemukan, serta beberapa obat-obatan (contohnya anti malaria, beta bloker, dan digoksin). Sedapat mungkin hindari faktor pencetus untuk mencegah kekambuhan. Tips yang sangat penting juga adalah hindari menggaruk kulit, karena dapat menimbulkan lesi baru pada 1/3 orang dengan psoriasis.

Pengobatan psoriasis disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit, usia pasien, dan keadaan kesehatan pasien. Dokter spesialis kulit dan kelamin anda dapat meresepkan krim yang mengandung steroid, analog vitamin D, tar, asam salisilat, dan krim pelembab untuk mengobati dan memelihara psoriasis pada kulit. Untuk psoriasis kulit kepala, dokter biasanya meresepkan cairan yang mengandung steroid, tar, atau asam salisilat. Cukup banyak jenis sampo yang mengandung tar dan asam salisilat yang dapat membantu meredakan gejala psoriasis pada kulit kepala. Pada penyakit psoriasis yang melibatkan area tubuh yang lebih luas, terapi dikombinasi dengan penyinaran menggunakan sinar ultra violet, atau obat oral.

Dalam mengobati psorisasis, dibutuhkan kesabaran dan ketekunan dari dokter dan pasien, karena tidak jarang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk diobati. Lesi yang tampak dari luar juga kerap membuat pasien merasa tidak nyaman, dan terganggu kualitas hidupnya. Penting sekali menghindari berbagai hal yang dapat mencetuskan dan memperparah psoriasis. Semoga penjelasan di atas ini dapat membantu ya.

dr. Nindita Hapsari Susanti, Sp.KK

Tuesday, June 16, 2015

Adakah Makanan dan Kegiatan yang Perlu Dihindari Pasien Hipotiroidisme?

Dok, saya didiagnosis mengalami hipotiroidisme beberapa minggu yang lalu. Untuk keseharian, makanan atau kegiatan seperti apakah Dok yang sebaiknya saya hindari? Benarkah ada hubungannya dengan tubuh yang terlalu capek sehingga kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon tiroid yang cukup?

Hasan (Wanita, 42 tahun)
hasan_jafarXXXXX@yahoo.com
Tinggi 167 cm, berat 68 kg

Jawaban

Dear Hasan,

Kondisi hipotiroidisme merupakan suatu kondisi kekurangan hormon tiroid dalam tubuh, di mana hormon tersebut dibutuhkan untuk metabolisme tubuh supaya dapat berfungsi dengan baik. Pada prinsipnya, jika Anda mendapat asupan obat hormon tiroid yang sesuai dosisnya maka dapat melakukan kegiatan seperti biasa dan tidak ada pantangan makanan.

Tidak ada hubungan antara kondisi tubuh yang lelah sehingga menyebabkan masalah tiroid, namun kondisi hipotiroidisme dapat menimbulkan gejala mudah lelah. Saran saya, Anda dapat konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam untuk evaluasi dan penanganan lebih lanjut.

Salam, semoga bermanfaat.

dr. Indra Wijaya, SpPD, M.Kes