Tuesday, November 11, 2014

Mencegah Rambut Beruban di Usia Muda

Salam sehat Dokter. Usia saya baru 21 tahun, tapi kenapa rambut saya sudah beruban ya? Saya sudah coba pakai shampo, pakai minyak rambut tapi rambut saya malah kering gatal-gatal dan timbul ubannya. Obat apa Dok untuk mencegah uban? Atau apakah justru sampo yang bikin kusam? Mohon jawabannya ya Dok. Terimakasih.

Hari Suharto (Pria lajang, 21 tahun)
Tinggi 167 cm, berat 56 kg

Jawaban

Salam Hari,

Uban terjadi akibat rambut berhenti menghasilkan pigmen yang memberikan warna pada rambut. Folikel rambut mengandung sel pigmen yang memproduksi melanin. Ketika melanin berhenti diproduksi, rambut akan kehilangan warnanya.

Sampai saat ini penyebab uban pada usia muda belum diketahui secara pasti. Faktor genetik dianggap sebagai faktor tersering terjadinya uban pada usia muda. Seseorang yang memiliki orang tua atau kakek nenek yang mulai beruban di usia muda, kemungkinan akan mulai beruban lebih dini. Ras dan etnik juga memegang peranan. Umumnya orang Asia mulai beruban di usia akhir 30-an, dan seseorang dikatakan beruban pada usia muda, jika terjadi sebelum usia 25 tahun.

Faktor lainnya yeng berperan adalah merokok dan stres. Kekurangan nutrisi yang dapat mempengaruhi produksi melanin, misalnya protein, vitamin B12, zat besi, dan tembaga dapat menjadi penyebab uban pada usia muda. Begitupun gangguan saluran cerna yang dapat menghambat penyerapan nutrisi. Anemia, penyakit kelenjar tiroid, kurangnya kadar hormon adrenokortikotopik, alfa MSH dan beta endorfin dapat berperan dalam terjadinya uban pada usia muda. Beberapa obat oral misalnya klorokuin, dan obat oles misalnya resorsin diduga dapat menjadi pencetus uban pada usia muda.

 Sejauh ini memang belum ada pengobatan yang cukup memuaskan untuk mengobati uban pada usia muda. Namun penggunaan cat rambut dapat menjadi pertimbangan untuk menutupi rambut beruban.

Pada umumnya rambut uban memiliki sifat lebih kering dan kasar. Pada saat keramas gunakan sampo yang lembut, dan bila perlu gunakan kondisioner. Keramaslah dengan frekuensi sesuai kebutuhan. Pada rambut kering keramas setiap hari dapat menyebabkan rambut semakin kering dan kusam, bahkan dapat terjadi iritasi kulit kepala yang menyebabkan gatal. Gunakan air biasa yang tidak terlalu panas untuk keramas dan membilas rambut. Hindari pemakaian produk- produk kimiawi berlebih dan penggunaan perawatan rambut dengan suhu panas.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut silakan datang ke dokter spesialis kulit dan kelamin terdekat.

dr. Nindita Hapsari Susanti, Sp.KK


Monday, November 10, 2014

Letak Janin Sungsang, Bisakah Melahirkan Normal?

Bisakah seseorang ibu yang usia kandungan yang cukup untuk melahirkan normal dengan kondisi janin di dalam kandungannya sungsang? Apa risiko yang akan dialami ibu dan bayi tersebut?

Linda (Perempuan menikah, 27 tahun)
roslindaXXXXXX@rocketmail.com
Tinggi badan 147 cm, berat badan 54 kg

Jawaban

Dear Linda,

Letak sungsang atau kondisi dimana bagian bokong janin adalah bagian yang lebih dahulu keluar dalam proses persalinan. Kondisi ini sebaiknya telah diketahui jauh sebelum masa persalinan terjadi, dengan melakukan kontrol dengan SPOG Anda secara teratur.

Janin letak sungsang memiliki resiko mortalitas dan morbiditas yang lebih tinggi dalam persalinan normal, kondisi head entrapment (kepala terjepit) atau nuchal arm (tangan menjungkit) adalah beberapa kejadian yang bisa terjadi selama proses persalinan. Sebagian besar janin letak sungsang akan disarankan untuk dilahirkan melalui operasi seksio sesarea.

dr Aryando Pradana, SpOG

Sunday, November 9, 2014

Mengatasi Perih dan Lecet Akibat Bercinta

Dok, saya mempunyai masalah dengan kulit di sekitar kewanitaan saya, setiap habis berhubungan dengan suami, bibir kemaluan saya terasa perih dan lecet. Apa penyebabnya? Dan obat apakah yang harus saya gunakan untuk mengobatinya? Terimakasih.

Tri (Perempuan menikah, 30 tahun)
tri.angkyXXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 153 cm, berat badan 40 kg

Jawaban

Bibir kemaluan terasa perih dan lecet sesudah hubungan intim dengan suami, bisa disebabkan oleh lubrikasi (pelendiran) vagina yang belum optimal.

Mestinya bibir dan dinding vagina licin bila foreplay cukup lama; hingga tidak akan lecet saat penetrasi batang penis.

Masalahnya, jaringan yang melapisi dinding dan bibir vagina amat halus. Maka salep atau krim yang digunakan biasanya yang untuk bayi (biocream).

Dr. Andri Wanananda MS

Saturday, November 8, 2014

Istri yang Mual dan Muntah Setelah Sebulan Menikah, Tanda Hamil?

Dokter Andri, ada yang ingin saya tanyakan. Saya baru menikah 1 bulan lalu, lalu istri saya sudah merasakan mual-mual. Apakah istri saya hamil? Apakah berhubungan badan tiap malam mempunyai efek samping? Mohon jawabannya ya Dok. Terimakasih.

Mirza (Laki-laki menikah, 26 tahun)
mirza_manXXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 170 cm, berat badan 51 kg

Jawaban

Anda baru menikah sebulan yang lalu, selamat atas pernikahan Anda dan istri. Saat ini istri merasa mual-mual ada 2 kemungkinan: ia hamil atau mengalami sakit lambung (gastritis). Hamil bisa saja terjadi, bila saat 'malam pertama', istri sedang dalam periode subur, yaitu saat timbulnya ovulasi (keluarnya sel telur ke dalam saluran tuba dalam rahim). Untuk memastikan kehamilan, lakukan testpack air seni (urine)-nya.

Bila hasilnya negatif, kemungkinan ia mengidap penyakit lambung atau penyakit lain dengan gejala mual. Untuk memastikannya, dianjurkan Anda membawa istri ke dokter keluarga agar pengobatan yang tepat dapat segera diberikan. ML tiap malam tidak ada efek samping, selama dilakukan saat kondisi tubuh bugar serta atas kehendak bersama.

Dr. Andri Wanananda MS

Bisakah Hidup Normal dengan Satu Ginjal?

Dok, saya mau tanya orang tua saya kena penyakit gagal ginjal. Saya telah membaca semuanya. Apakah ada kemungkinan ginjal itu kembali berfungsi atau adakah agar orang tua saya kembali hidup normal dengan satu ginjal Dok? Terimakasih sebelumnya Dok.

Muhammad W. Pratama (Pria lajang, 24 tahun)
kwildan250XXXXX@gmail.com
Tinggi badan 170 cm, berat badan 50 kg

Jawaban

Salam Mas Wildan,

Ginjal yang sudah rusak otomatis tidak bisa kembali normal. Yang bisa kita lakukan adalah mencegah agar kerusakan tersebut tidak berlangsung lebih lanjut sehingga jatuh ke tahap berikutnya. Hidup dengan satu ginjal sangat mungkin untuk tetap bisa hidup normal, akan tetapi tetap perlu menjaga pola makan, cukup istirahat dan berhati-hati dalam konsumsi obat-obatan tertentu.

Semoga bermanfaat.

dr. Ika Devi, SpPD